Kamis, 27 Desember 2012

UNTUK IBU

“Seorang ibu bisa mengurus sepuluh orang anak, tapi sepuluh orang anak belum tentu mampu mengurus satu ibu”.













Kenalkan nama saya ARIEF, saya adalah anak kedua dari 3 bersaudara dan bisa dibilang saya merupakan anak laki-laki yang paling tua. Saat ini saya berstatus mahasiswa di salah satu universitas swasta yang lumayan punya nama di daerah BANGKA.

Saya mempunyai seorang kakak perempuan yang terpaut usia 1 tahun, namun kakak saya ini adalah seorang yang sangat membanggakan bagi orangtua, tidak seperti saya yang selalu tidak pernah membuat orangtua saya bangga. Ketika lulus SMa, kakak saya mendapatkan nilai tertinggi di sekolahnya, belum lagi dia termasuk 10 besar di kota ini. Sangat berbeda dengan saya yang ketika SMA saya justru selalu membuat onar di sekolah hingga terancam drop out. dan untungnya saya bisa lulus SMA walaupun dengan nilai yang sangat pas waktu itu.

Ketika saya masuk kuliah, kakak saya mendapatkan tempat kerja di PT, sehingga ayah saya pun meneteskan airmata ketika pengumuman masuk di perusahaan tersebut, bahkan ibu saya terlihat sangat gembira sekali. Dan baru kali itu saya melihat ibu saya memancarkan wajah kebahagiaan yang sangat luar biasa. Namun apa daya, ternyata anak keduanya ini hanyalah seorang yang bisa bermimpi. Walaupun sudah berusaha sekuat tenaga akhirnya Universitas Negeri pun melayang jauh, dan itu sempat membuat saya drop. Hingga pada suatu ketika saya sempat terpikir untuk mengakhiri hidup ini daripada harus menanggung malu
Saya hanya ingin melihat wajah ibu yang begitu gembiranya seperti saat itu.
Saya hanya ingin melihat ayah saya menangis bahagia seperti saat itu..

tapi apa yang terjadi selalu sebaliknya, saya malah selalu membuat ibu saya menangis..

dan ketika beliau menangis, maka hancurlah dunia yang saya miliki..

karena saya tak pernah tau, bagaimana agar membuatnya selalu tersenyum..
saya selalu merasa tak bisa membuatnya bangga, selalu menjadi anak yang tak bisa berbakti.

saya adalah satu-satunya anak di keluarga ini yang sering membuat ibu menangis.
bahkan saya pun bisa membuat ayah menangis !

bayangkan, betapa durhakanya saya.

saya tak pernah bisa membuat mereka tersenyum..
mereka yang saya cintai lebih dari apapun di bumi ini..
mereka, yang memberi nafas dan hidup untuk saya..

bahkan impian semasa kecil untuk membiayai ayah dan ibu saya naik haji saja serasa sirna.
walaupun saya tidak akan pernah berhenti berusaha.

ibu...
jika waktu masih mengizinkan kita bersama..
suatu hari nanti akan kuhapus dukamu..
akan ku tukar segala tangis dengan tawa, meski nyawa taruhannya..

ibu.
seandainya waktu bisa kugenggam..
akan kutepati semua janji yang slama ini kuingkari..

ibu..
maafkan anakmu yang tidak pernah bisa berbakti...
dan tidak pernah mau nurut apa kata ibu?
my love is only for the mother.......



ُﻩﺎَّﻳِﺇ ﻻِﺇ ﺍﻭُﺪُﺒْﻌَﺗ ﻻَﺃ َﻚُّﺑَﺭ ﻰَﻀَﻗَﻭ َﻙَﺪْﻨِﻋ َّﻦَﻐُﻠْﺒَﻳ ﺎَّﻣِﺇ ﺎًﻧﺎَﺴْﺣِﺇ ِﻦْﻳَﺪِﻟﺍَﻮْﻟﺎِﺑَﻭ ٍّﻑُﺃ ﺎَﻤُﻬَﻟ ْﻞُﻘَﺗ ﻼَﻓ ﺎَﻤُﻫﻼِﻛ ْﻭَﺃ ﺎَﻤُﻫُﺪَﺣَﺃ َﺮَﺒِﻜْﻟﺍ ﻻْﻮَﻗ ﺎَﻤُﻬَﻟ ْﻞُﻗَﻭ ﺎَﻤُﻫْﺮَﻬْﻨَﺗ ﻻَﻭ َﻦِﻣ ِّﻝُّﺬﻟﺍ َﺡﺎَﻨَﺟ ﺎَﻤُﻬَﻟ ْﺾِﻔْﺧﺍَﻭ * ﺎًﻤﻳِﺮَﻛ ﻲِﻧﺎَﻴَّﺑَﺭ ﺎَﻤَﻛ ﺎَﻤُﻬْﻤَﺣْﺭﺍ ِّﺏَﺭ ْﻞُﻗَﻭ ِﺔَﻤْﺣَّﺮﻟﺍ ﺍًﺮﻴِﻐَﺻ
Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali- kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: “Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil”. (Al Isra’: 23-24)